Jangan Sepelekan Penyebab dan Gejala Kanker Serviks Ini, Akibatnya Bisa Fatal

By | 27/10/2016

Jangan Sepelekan Penyebab dan Gejala Kanker Serviks Ini, Akibatnya Bisa Fatal,- Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Ada banyak jenis kanker yang diketahui dan penamaan jenis kanker tersebut disesuaikan dengan nama organ dimana sel kanker tersebut tumbuh dan berkembang.

Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal sebagai kanker serviks, adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada leher rahim wanita. Leher rahim atau serviks adalah bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus.

Menurut data dari Globocan 2012 diatas, kanker serviks menempati posisi ketiga setelah kanker payudara dan kanker kolorektal. Dengan persentase kasus 14% dan persentase kematian 6,8% menunjukkan bahwa jenis kanker ini sangat ditakuti oleh semua orang, khususnya wanita.

Di Indonesia, setidaknya muncul 40-45 kasus baru dan 20-25 diantaranya meninggal dunia setiap harinya. Angka penderita dan kematian yang tinggi tersebut dikarenakan terlambatnya penanganan, mengingat kanker serviks tidak dapat dikenali dan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Faktor resiko kanker serviks

Setiap wanita beresiko terkena kanker serviks dan resiko mengidap kanker serviks meningkat apabila anda memiliki faktor resiko berikut ini :

1. Infeksi HPV (Human Pappiloma Virus)

Human pappiloma virus adalah kelompok yang terdiri dari 150 lebih jenis virus dan ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal maupun oral.

Infeksi HPV dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius pada organ mulut dan genital, tetapi virus ini tidak mampu menyerang organ dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru. Infeksi HPV adalah penyebab utama kanker pada organ genitalia wanita seperi serviks, vagina, endometrium dan ovari.

2. Merokok

Merokok dapat meningkatkan resiko kanker serviks, karena rokok mengandung zat kimia yang dapat merusak DNA pada sel jaringan serviks dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV. Perokok aktif maupun pasif memiliki resiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

3. Bergonta-ganti pasangan

Melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan dapat meningkatkan resiko kanker serviks, karena virus HPV yang menyebabkan infeksi pada leher rahim ditularkan melalui hubungan seksual.

4. Kurangnya konsumsi buah dan sayur

Kurangnya konsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan resiko kanker serviks. Sayur dan buah mengandung antioksidan yang merupakan penangkal infeksi dan radikal bebas, serta berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Kelebihan berat badan

Wanita yang memiliki kelebihan berat badan memiliki resiko yang lebih tinggi mengidap adenokarsinoma kanker.

6. Kontrasepsi oral (pil kb)

Wanita yang rajin mengkonsumsi kontrasepsi oral atau pil KB dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari lima tahun beresiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

7. Kehamilan

Faktor kehamilan juga berpengaruh terhapap tingginya resiko kanker serviks. Wanita yang hamil dibawah usia 17 tahun memiliki resiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang hamil diatas usia 25 tahun.

Sementara itu, wanita yang pernah hamil lebih dari 3 kali semasa hidupnya juga memiliki resiko yang lebih besar mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena sistem hormonal yang berubah-ubah dan lemahnya sistem kekebalan tubuh disaat kehamilan.

8. Riwayat keluarga

Sama halnya dengan kanker payudara, kanker ini juga diturunkan secara genetis. Jika seorang wanita mempunyai ibu atau saudara perempuan yang mengidap kanker serviks, maka ia meiliki resiko 2 – 3 kali lebih besar untuk mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena faktor ketidakmampuan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.

Penyebab kanker Serviks

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kanker serviks disebabkan karena infeksi virus HPV. Virus ini menginfeksi leher rahim dalam waktu yang singkat dan menetap, serta menginvasi bagian dalam sel dinding leher rahim dalam jangka waktu yang lama.

Dari gambar diatas, diketahui bahwa virus HPV yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seksual menginfeksi jaringan sel pada dinding rahim. Setelah beberapa minggu, virus akan berkembang biak dan menyebabkan meluasnya infeksi pada leher rahim.

Infeksi virus HPV tidak menimbulkan gejala serius pada tahap awal, akan tetapi dapat dengan mudah dikenali dengan pemeriksaan pap-smear sehingga hampir 90% kasus infeksi HPV dapat ditangani dan pasien bisa sembuh total dalam jangka waktu maksimal 2 tahun.

Jika infeksi HPV tidak segera ditangani, maka dalam jangka waktu 10 hingga 30 tahun kemudian infeksi ini akan berubah menjadi kanker yang mematikan.

Tahapan-tahapan kanker serviks

Setelah infeksi virus HPV menjalar hingga ke bagian dalam jaringan, selanjutnya dimulailah tahapan perkembangan jaringan kanker. Ada beberapa tahapan atau stadium yang menandakan perkembangan jaringan kanker pada leher rahim.

Tahapan ini berpengaruh pada tingkat keparahan suatu kanker dan penanganan yang harus dilakukan. Berikut ini adalah tahapan-tahapan perkembangan sel kanker pada leher rahim

Tahap Awal IA

Pada rahim yang normal tidak ditemukan pembengkakan pada jaringan. Tahap awal perkembangan kanker dimulai dari pembengkakan pada ujung leher rahim yang lokasinya dekat dengan vagina. Pada tahap awal, kanker belum menunjukkan gejala-gejala yang fatal dan belum bisa dikenali.

Pada tahap ini jaringan kanker masih berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Tahap 1A menandakan jaringan kanker masih berukuran sekitar 3-5 milimeter dengan diameter kurang dari 7 milimeter.

Tahap IB

Pada tahap IB jaringan kanker mulai membesar, tetapi masih berada dalam jaringan serviks. Ukuran jaringan kanker pada tahap ini tidak lebih dari 4 centimeter.

Tahap IIA dan IIB

Pada tahap II kanker serviks, jaringan kanker mulai menyebar ke area lain yang berada disekitar leher rahim dan terus menginfeksi jaringan diluar leher rahim. Pada tahap ini dibagi menjadi dua tahapan lagi yakni tahap IIA dan IIB.

Pada tahap IIA jaringan kanker mulai tumbuh pada bagian atas vagina dan biasanya akan ditangani dengan operasi pengangkatan jaringan tumor yang dikombinasikan dengan kemoterapi dan kemoradiasi. Pada tahap IIB kanker sudah merambat hingga jaringan diluar leher rahim dan vagina dan beresiko menyebarkan sel kanker pada organ lain melalui peredaran darah. Pada tahap dua, pasien hanya dapat menjalani pengobatan kemoterapi atau kemoradiasi.

Gejala Kanker Serviks

Gejala-gejala kanker serviks tidak nampak pada tahapan awal dan umumnya terjadi pada tahapan akhir perkembangan sel kanker pada organ genital. Gejala-gejala tersebut meliputi :

1. Pendarahan

Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstrruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya,.

2. Keluar cairan vagina yang tidak normal

Tubuh biasanya menghasilkan cairan untuk melumasi bagian dalam vagina, akan tetapi jika ditemukan darah pada cairan vagina atau keputihan yang berlebih ada baiknya segera lakukan pengecekan.

3. Kaki bengkak

Pada pasien kanker serviks biasanya ditemukan pembengkakan pada kaki. Pembengkakan ini merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

4. Nyeri punggung

Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim.

5. Pusing dan kelelahan

Pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

6. Nyeri perut

Tidak hanya mengalami nyeri punggung, penderita kanker serviks juga akan merasakan sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut.

7. Turunnya berat badan secara drastis

Penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yakni hilangnya berat badan serta massa otot. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh akan merasa lemas. Cachexia terjadi dikarenakan metabolisme tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker dan juga bisa terjadi karena efek dari kemoterapi.

Pencegahan Kanker Serviks

Meskipun belum diketahui secara pasti bagaimana mencegah kanker serviks. Kita dapat mencegah kanker dengan mengendalikan faktor-faktor penyebabnya. Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

1. Lakukan screening

Screening kanker serviks atau yang juga disebut dengan pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker.

Wanita usia 25-49 sebaiknya rutin melakukan pap smear tiga tahun sekali. Pemeriksaan rutin pap smear dapat dihentikan apabila anda sudah berusia lebih dari 65 tahun dan selalu mendapatkan hasil tes yang normal. Hal ini juga berlaku pada wanita yang sudah melakukan operasi pengangkatan rahim yang disebabkan oleh penyakit non-kanker lainnya seperti fibroid.

2. Menjaga berat badan

Kunci dari tubuh yang sehat adalah berat badan yang normal. Perbanyak konsumsi buah dan sayur serta rutin berolahraga dapat menghindarkan anda dari penyakit kanker serviks.

3. Lakukan hubungan sex dengan cara yang aman

Virus HPV merupakan penyebab kanker yang ditularkan melalui hubungan seksual. Oleh sebab itu, hindari melakukan hubungan intim dengan cara anal sex atau melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.

4. Hindari kehamilan dibawah umur

Kehamilan dibawah umur tidak dianjurkan dan hal ini tidak hanya berpotensi mengakibatkan kanker tetapi juga meningkatkan resiko penyakit lain. Usia yang tepat untuk memulai masa kehamilan adalah diatas 25 tahun.

5. Jauhi rokok

Wanita yang merokok lebih mudah terkena kanker dan penyakit lain. Sebisa mungkin hindari asap rokok, karena meskipun anda bukan perokok, menghirup zat kimia yang berasal dari asap rokok juga meningkatkan resiko terkena kanker.

Demikian penjelasan mengenai penyebab dan gejala kanker serviks beserta pencegahannya. Penyakit kanker tidak timbul secara tiba-tiba, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar anda terbebas dari resiko mengidap penyakit ini.

Posted by : www.caralamimengatasikankerserviks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *