Jumlah Penderi Kanker Serviks di Indonesia Nomor Dua di Dunia

By | 05/11/2016

Jumlah Penderia Kanker Serviks di Indonesia Nomor Dua di Dunia,- Tahukah anda ? Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bekerjasama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja berupaya menekan jumlah penderita kanker serviks atau kanker leher rahim melalui optimalisasi program deteksi dini kanker serviks.

Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2015 menyebutkan, Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang paling banyak menderita penyakit kanker serviks.”Kasusnya banyak. Kalau sudah terkena pada stadium lanjut, membutuhkan biaya yang tinggi dan harapan hidup kurang begitu menggembirakan,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris saat mendampingi Ibu Presiden Iriana Joko Widodo dan istri Wapres Mufidah Jusuf Kalla melihat langsung pelayanan pemeriksaan kanker serviks dengan Infeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Pasar Petisah, Medan, Rabu (2/11/2016).

Oleh karena itu, lanjutnya, BPJS Kesehatan berperan mencegah jangan sampai ke stadium lanjut dan masyarakat semakin sadar perlunya dilakukan pemeriksaan yang spesifik.

“Semua peserta ditanggung BPJS Kesehatan. Harapan kita, yang sudah melakukan pemeriksaan agar menyampaikan ke yang lain bahwa pemeriksaan itu tidak menyakitkan, tidak membuat tidak nyaman, waktunya hanya lima sampai sepuluh menit. Ini merupakan salah satu bentuk program promotif preventif yang disediakan BPJS Kesehatan bagi peserta JKN-KIS sebagai bentuk dukungan BPJS Kesehatan terhadap program pemerintah, sekaligus merupakan upaya untuk menekan angka penderita kanker serviks,” paparnya.

Disebutkannya, data peserta BPJS Kesehatan secara nasional dari bulan Januari hingga Juni 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 45.006 kasus dengan total biaya sekitar Rp 33,42 miliar. Sementara di tingkat rawat inap ada 9.381 kasus dengan total biaya sekitar Rp 51,33 miliar.

Hingga September 2016 BPJS Kesehatan bekerjasama dengan instansi pemerintah dan pihak lainnya telah melakukan pemeriksaan IVA kepada 83.226 peserta JKN-KIS, serta pemeriksaan papsmear terhadap 113.534 peserta. Khusus di wilayah kerja Divisi Regional I Sumut-Aceh BPJS Kesehatan, hingga September 2016, pemeriksaan IVA telah dilakukan kepada 6.776 peserta JKN-KIS.

Untuk pemeriksaan papsmear dilakukan kepada 13.479 peserta JKN-KIS. Apabila dari hasil pemeriksaan tersebut, peserta JKN-KIS yang positif mengidap kanker serviks, maka dapat menjalani perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Kadis Kesehatan Medan Usma Polita menyebutkan, sepanjang 2016 sebanyak 2.493 yang melakukan pemeriksaan dan positif 110 mengalami kanker serviks. Karena itu, katanya, dillakukan penyuluhan kepada masyarakat dan harus dilakukan pencegahan dini dengan melakukan pemeriksaan dini.(BS03)

Posted by : www.caralamimengatasikankerserviks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *